Pemkab Kendal Bakal Rehabilitasi 1908 Rumah Tak Layak Huni

 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Ada 1908 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kendal akan mendapatkan bantuan rehabilitasi pada tahun 2019.

Bantuan rehabilitasi ini nantinya akan mengurangi angka RTLH di Kabupaten Kendal yang saat ini mencapai 45.085 rumah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kendal, M Noor Fauzie mengatakan bantuan rehabilitasi RTLH ini menggunakan sumber dana dari APBD Kabupaten Kendal, Bantuan Provinsi, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Jika dirinci, yang mendapatkan Bantuan Rehabilitasi dari APBD Kendal sebanyak 763 rumah, dari Banprov sebanyak 798 rumah. Sedangkan yang menggunakan dari DAK sebanyak 180 rumah dan dari BSPS ada 167 rumah," ujarnya, Senin (15/7/2019).

Ia mengatakan bantuan renovasi ini tidak semata-mata meringankan beban warga untuk mendapatkan rumah yang layak huni, namun juga menstimulasi warga yang rumahnya mendapatkan bantuan program ini dapat bersemangat dalam bekerja sehingga dapat terentaskan kemiskinan.

"Besarannya sendiri dari berbeda-beda, Bantuan Rehabilitasi RTLH dari APBD Kendal dan Banprov nominalnya sebesar 10 juta rupiah, sedangkan Bantuan RTLH dari DAK dan BSPS nominalnya sebesar 17,5 juta rupiah," tambahnya.

Sementara itu Kabid Perumahan Rakyat, Juni Isyanta menambahkan saat ini program Rehabilitasi RTLH tengah berlangsung.

Namun yang dilaksanakan yakni bersumber dari Banprov Tahap 1 dan BSPS dari Kementrian PUPR.

Dari APBD Kabupaen Kendal dan DAK menunggu surat keputusan dari Bupati Kendal.

"Semua dokumen RTLH sudah kami sampaikan. Saat ini hanya tinggal menunggu SK Bupati turun," pungkasnya. (dap)