You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

Loading...

Berita

'NGOMAH' Rencana Pemenuhan Kebutuhan Rumah Layak Huni


Sabtu, 16 Desember 2023
 

Penguatan Rencana Pemenuhan Kebutuhan Rumah Layak Huni, Penunjang Kawasan Ekonomi Khusus Kendal melalui Peta Penyiapan Lahan Berbasis GIS di Kendal, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kendal melaunching Program “Ngomah”.

Acara launching “Ngomah” sekaligus sosialisasi yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kendal, Selasa (12/12/2023) tersebut mengundang para pengembang.

Kabid Perumahan Rakyat Disperkim Kendal, Zia Hawari Hudaya mengatakan, program “Ngomah” tersebut berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hunian bagi tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Sementara dalam hal ini, Disperkim Kendal akan menyiapkan peta lahan bagi pengembang dan masyarakat yang membutuhkan hunian, sesuai dengan tata ruang.

“Jumlah tenaga kerja di Kawasan Industri Kendal itu jumlahnya ribuan dan terus bertambah, seiring dengan beroperasinya pabrik-pabrik baru. Sehingga harus dipersiapkan kebutuhan perumahan maupun rusunawanya,” jelas Zia dalam rilis.

Dirinya juga menjelaskan, tujuan penyiapan lahan berbasis Geographic Information System (GIS), supaya tidak terjadi kekumuhan akibat adanya kawasan pemukiman baru.

“Pasalnya, selain ditata sesuai dengan rencana tata ruang, juga pemenuhan sarana prasarana dan fasilitas pendukung yang dibutuhkan. Pembangunan perumahan itu harus ditata, supaya tidak menimbulkan dampak lingkungan, seperti banjir, menjadi kumuh dan sebagainya,” jelas Zia.

Ditambahkan, untuk lokasi pengembangan hunian baru, akan diprioritaskan pada lahan yang masih berada di radius 15 kilometer dari lokasi Kawasan Industri, seperti Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Kendal dan Patebon.

“Targetnya sampai tahun 2025 bisa menyediakan minimal 40 ribu unit rumah. Selain perumahan, juga ada alternatif lain, seperti rusunawa atau bangunan khusus untuk kos-kosan,” imbuh Zia.

Sementara itu, Safrudin Hilmi, selaku pengembang dari PT Dwi Wahana Delta Megah mengatakan, butuh kerja sama pemerintah dengan pengembang untuk pembangunan rumah bersubsidi. Pasalnya sebagian besar pekerja tergolong ekonomi menengah ke bawah, sehingga terjangkau untuk mendapatkan rumah bersubsidi.

“Sebagai pengembang, kami berharap pemerintah bisa membantu dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah bersubsidi yang terjangkau bagi karyawan menengah ke bawah,” harapnya.

Sedangkan Ketua DPD Himpera Provinsi Jawa Tengah Sugiyatno mengatakan, penyiapan peta GIS ini sangat bagus, karena akan mempermudah untuk mengetahui tanah-tanah yang bisa digunakan untuk perumahan, industri dan lainnya.

“Dari peta GIS bisa diketahui fungsi lahan, sekaligus penyiapan infrastruktur, seperti jalan, drainase, kebutuhan listrik dan air, semuanya harus terkait. Jadi semua instansi terkait bersama asosiasi pengembang harus duduk bersama untuk menata kawasan perumahan yang baik,” ujarnya.

Berita Lainnya

Sabtu, 21 Oktober 2023 11:30:47
 
Pj Gubernur Jateng Pastikan Tuku Lemah Oleh Omah Terus Berlanjut

Memiliki rumah, bukan hanya jadi mimpi bagi masyarakat miskin Jawa Tengah. Program Tuku Lemah Oleh Omah yang digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa...

Jumat, 04 Agustus 2023 12:49:35
 
Pemkab bakal merehab 2.000 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kendal.

Pemkab bakal merehab 2.000 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Kendal. Saat ini, masih ada sekitar 35 ribu rumah warga yang masih tidak layak...