Gubernur Jateng Gelar Program Unggulan yang Dirasakan Masyarakat di Kendal

\"\"

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengelar program selapanan di Balai Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Rabu 15 Oktober 2025.

Program rutin Selapanan Pemprov Jateng mempunyai program unggulan yang diturunkan langsung ke desa.

Di antaranya Kelompok Usaha Bersama (Kube), Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), Pelayanan Kesehatan Spesialistik Keliling (Speling), serta Gerakan Pangan Murah (GPM).

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang hadir meninjau lokasi menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga.

Gubernur menegaskan, program Speling merupakan bentuk nyata pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.

Selain itu, Speling menjadi salah satu program prioritas yang ia usung bersama Wakil Gubernur Taj Yasin dalam pelayanan kesehatan yang paripurna.

“Hari ini kita lihat sendiri, masyarakat bisa periksa gratis tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit. Inilah bukti bahwa pemerintah hadir untuk semua,” katanya.

Menurutnya, program ini sejalan dengan arahan Presiden dalam memperluas akses kesehatan gratis bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas medis.

“Kami juga menemukan beberapa kasus TBC dan penyakit tidak menular lainnya. Nanti akan kami lakukan pelacakan dan pendampingan agar masyarakat bisa pulih bersama-sama,” ujarnya.

Program Speling memang dirancang untuk mendekatkan layanan medis ke masyarakat desa. Hingga 13 Oktober 2025, program ini telah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan total 64.278 jiwa penerima manfaat.

Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah bahkan mencapai 9,51 juta jiwa atau 95,98 persen dari total pendaftar, lebih tinggi dibanding capaian nasional yang sebesar 93,24 persen.

Tak hanya itu, pemprov Jateng juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.

Sukosalam, warga Kecamatan Gemuh, tampak sumpringah manakala usaha yang dirintisnya mendapat bantuan Kube dari Pemprov Jateng.

“Usaha kami bergerak di bidang penggemukan sapi, anggotanya sepuluh orang. Selama ini ya jalan sendiri-sendiri. Sekarang dapat bantuan Rp 20 juta, bisa buat beli pakan dan perbaiki kandang,” ujar Sukosalam sambil tersenyum.

Bantuan yang didapatkan membuat kelompoknya lebih semangat.

“Rasanya senang sekali, ada perhatian langsung dari pemerintah. Jadi tambah motivasi buat berkembang,” ungkapnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, pemprov Jateng juga menyalurkan 1 ton beras CPPD untuk 100 kepala keluarga di Pidodo Kulon, masing-masing mendapat 10 kilogram.***

Cun Cahya – Suaramerdeka.com

Scroll to Top